April 16, 2024

Dalam bidang akuntansi, terdapat rumus akuntansi yang juga dikenal dengan Persamaan Dasar Akuntansi yang harus dipahami secara mendetail. Adanya studi ini, maka bisa membantu untuk mengukur, menjabarkan, serta memberikan kepastian informasi kepada investor, dan lainnya.

Sajian data yang akurat dan valid akan menjadi bahan pertimbangan bagus tidak hanya bagi investor, tetapi beberapa pihak lain yang terkait, mulai dari otoritas pajak, manajer, serta pihak pembuat keputusan lain sehingga alokasi dana bisa lebih maksimal.

Alokasi sumber dana yang sudah dianalisis sesuai faktor, termasuk pendapatan, pengeluaran, keuntungan, kerugian, dan kondisi pasar sangat berguna bagi perusahaan, organisasi, maupun lembaga pemerintahan untuk semakin baik dalam pengalokasian ke depannya.

Mengenal Rumus Akuntansi/Persamaan Dasar

Persamaan Dasar Akuntansi merupakan sebuah rumus perhitungan dimana mempunyai tujuan dalam melakukan proyeksi hubungan antara harta, modal, dan hutang yang dimiliki oleh suatu perusahaan maupun organisasi lainnya.

Dalam melakukan perumusan ini, terdapat prinsip yang harus selalu diterapkan yaitu adanya keseimbangan antara pemasukan dengan pengeluaran. Kedua hal ini kemudian dilakukan analisa mendalam menggunakan persamaan dasar akuntansi untuk melihat nilai keampuan perusahaan.

Kepemilikan harta pada perusahaan harus seimbang sesuai kewajiban sehingga menjadi indikasi bahwa bisnis mampu mengelola keuangan dengan baik. Contoh pada momen ini adalah perusahaan baru dengan aset berasal dari dana investor/pinjaman.

Apabila aset perusahaan dari kreditor atau investor, maka disebut dengan ekuitas dan kewajiban. Dengan demikian, ditemukan rumus akuntansi sebagai berikut.

Aset = Kewajiban + Ekuitas

Selain itu, terdapat rumus lain yakni:

Harta (Aktiva) = Hutang + Modal (Pasiva)

Dalam perumusan persamaan ini, kewajiban menempati posisi lebih dulu dibandingkan dengan ekuitas pemilik. Hal ini karena hutang pada kreditur mesti dilunasi terlebih dahulu sebelum investor mengalami bankrupt.

Apabila aset mengalami peningkatan, baik pada kewajiban maupun ekuitas pemilik, maka akan terjadi kenaikan dalam rangka menyeimbangkan persamaan. Ini juga berlaku sebaliknya, jika aset menurun, tentu kewajiban dan ekuitas pemilik juga mengalami penurunan.

Komponen Persamaan Dasar Akuntansi

Terdapat sejumlah komponen dalam Persamaan Dasar bidang Akuntansi ini yang harus dipahami. Berikut penjelasannya.

1. Aset

Komponen pertama adalah aset dimana merupakan sumber daya milik perusahaan untuk diambil manfaatnya. Ini juga dikenal sebagai Aktiva, contohnya antara lain tanah, gedung, kendaraan, cek, sampai kas tunai.

Aktiva ini nantinya bisa bertambah seiring keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan. Selain itu, juga tidak menutup kemungkinan nilainya akan berkurang atau mengalami depresiasi.

Terdapat dua jenis aset, yaitu lancar dan tetap. Aktiva lancar mempunyai likuiditas tinggi, misalkan kas, piutang, wesel, dan surat berharga sedangkan aset tetap dapat digunakan jangka pendek, misalkan alat produksi, mobil dinas, dan lainnya.

2. Kewajiban

Kewajiban juga disebut dengan liabilitas yang bermakna dana yang dipinjam oleh perusahaan dari kreditur serta harus dilunasi sesuai tempo yang sudah disepakati. Bentuk dari kewajiban ini adalah utang.

Utang terbagi menjadi dua, yaitu utang jangka pendek, misalkan dagang, bank, gaji, dan pajak. Sementara itu, utang jangka panjang seperti obligasi.

3. Ekuitas

Ekuitas merupakan bagian dari aset perusahaan yang dimiliki oleh pihak ketiga atau pemegang saham. Pemiliknya dapat melakukan peningkatan dengan menginvestasikannya dengan menarik dana (prive).

Beberapa akun ekuitas antara lain, modal pemilik, modal disetor, saham biasa, penarikan pemilik (prive), dan laba ditahan.

Itu dia informasi tentang rumus akuntansi serta komponen-komponen di dalamnya. Temukan informasi seputar Akuntansi lainnya di GuruAkuntansi.co.id sebagai sumber referensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *